Al-Khawarizmi

06 November 2017 12:28 Di tulis oleh 2 Khazanah Islam Al-Khawarizmi


Adalah seorang ilmuwan muslim dan beliau dilahirkan di Uzbek dekat Rusia. Ia adalah Al-Khawarizmi seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas, bukan hanya dalam bidang syariah Islam tapi juga di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia. Mungkin kita sudah sering mendengar istilah algoritma, Dalam kamus besar bahasa Indonesia algoritma berarti prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas.

Al-Khawarizmi lahir pada tahun 194 H/780 masehi dan wafat di Baghdad pada tahun 266 H/850 masehi. Ilmuwan muslim ini adalah sangat ahli di bidang ilmu matematika, astronomi, dan geografi. Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi dan di barat ia lebih dikenal dengan nama Algoarisme atau Algorisme. Dalam bukunya al-Khawarizmi memperkenalkan kepada dunia ilmu pengetahuan angka 0 (nol) yang dalam bahasa arab disebut sifr. Sebelum al-Khawarizmi memperkenalkan angka nol, para ilmuwan mempergunakan abakus, semacam daftar yang menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya, untuk menjaga agar setiap angka tidak saling tertukar dari tempat yang telah ditentukan dalam hitungan. Akan tetapi, hitungan seperti ini tidak mendapat sambutan dari kalangan ilmuwan Barat ketika itu dan mereka lebih tertarik untuk mempergunakan raqam al-binji (daftar angka arab, termasuk angka nol), hasil penemuan al-khawarizmi. Dengan demikian angka nol baru dikenal dan dipergunakan orang Barat sekitar 250 tahun setelah ditemukan al-Khawarizmi.

Banyak para ulama dizaman dahulu yang mereka bukan saja sekedar sebagai scientist (ilmuwan) tetapi mereka juga hafal Al Qur'an dan orang yang memahami ilmu syariah artinya adalah tidak ada dikotomi melainkan keharusan bagi seorang muslim untuk mempelajari ilmu pengetahuan dengan basis Al Qur'an sebagai referensi utama dan hadits-hadits soheh sebagai penjelasnya sehingga ketika Alloh SWT menciptakan manusia dengan akal yang diberikannya, hal ini akan menjadi tujuan hidup untuk semakin menambah Ta'budiyah (totalitas penghambaan diri) hanya kepada Alloh SWT dengan memahami ayat-ayat Alloh SWT yang tersirat dan tersurat baik didalam Al Qur'an dan dialam semesta.

Wallohu 'allam bishowab (Penulis: Asep Gunadi)