HRD NFBS Lembang Mengadakan Acara FORMASI (Forum Guru Madani Beredukasi) Asrama

25 Maret 2021 10:33 Di tulis oleh Admin BERITA KAMI HRD NFBS Lembang Mengadakan Acara FORMASI (Forum Guru Madani Beredukasi) Asrama

HRD NFBS Lembang Mengadakan Acara FORMASI (Forum Guru Madani Beredukasi) Asrama

Penulis : Moh Robby Rodhiya

Lembang, 24 Maret 2021 - Kompetensi merupakan faktor penentu sebuah keberhasilan di dalam proses pengasuhan karena pengasuh harus mampu masuk dan mempengaruhi setiap individu santri dengan pemikiran dan pengasuhannya. Sekalipun kecenderungan, karakter dan tingkatan perkembangan setiap santri beragam.

Kita menyadari betul bahwa seorang pengasuh itu adalah manusia biasa. Tidak sempurna, bahkan tidak mudah memang menjadi seorang pengasuh yang ideal. Meskipun demikian, kita tetap wajib menuntut diri agar memiliki batas minimal kompetensi pengasuhan. Karena tanpa itu, kita akan sulit menghadirkan kebaikan dalam pengasuhan ini. Bahkan, bisa jadi kita malah menjadi seorang pembunuh”. Pembunuh karakter santri akibat dari salah pola pengasuhan.

 

Umar bin Abdul Aziz berkata,

مَنْ عَمِلَ عَلَى غَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ  

“Barangsiapa yang beramal tanpa didasari oleh ilmu, maka unsur merusaknya lebih banyak dari pada maslahatnya.” (Sirah wa Manaqibu Umar bin Abdul Aziz, oleh Ibnul Jauzi: 250)

 

Oleh karena itu maka misi pendidikan islam adalah menumbuhkembangkan potensi fitrah peserta didik, menuju visi pembentukan generasi yang takwa, dan berkarakter pemimpin. Karakter ini, tertuang dalam 7 karakter utama, yaitu memiliki akidah yang lurus, melakukan ibadah yang benar, berkepribadian matang, akhlak mulia, menjadi pribadi yang bersungguh-sungguh, memiliki wawasan yang luas, dan memiliki keterampilan hidup (life skill).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Departemen Human Resource Development, bekerja sama dengan seluruh elemen SDM yang ada di Sekolah Madani Nurul Fikri Boarding School Lembang, berusaha menyiapkan program-program pembinaan guru yang terwadahi, dalam kegiatan yang bernama FORMASI (Forum Guru Madani Beredukasi) Asrama.

FORMASI adalah salah satu program departemen HRD bidang KPSDM (Kinerja dan Pengembangan SDM) yang tujuannya adalah untuk mewadahi para guru dan pembina asrama dalam memperkuat peran pengasuhan, dan pendidikan yang efektif di asrama yang merupakan bagian dari pendidikan yang komprehensip bersama dengan pendidikan formal yang ada di sekolah. Kegiatan FORMASI Asrama ini akan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, workshop, counseling, couching, T-talks, dan karya inovasi.

Acara FORMASI Asrama ini dibuka oleh Direktur Akademik NFBS Lembang, Ust. Dr. Muhammad Damiri, M.Pd., pada hari Rabu, 10 Maret 2021 melalui online via zoom.

Pengasuh atau Pembina asrama merupakan figur utama dalam proses pengasuhan dan pendidikan di lingkup asrama yang lebih baik. Maka daripada itu pengasuh harus memiliki ruang belajar yang cukup untuk pengembangan diri, demi terwujudnya pendidikan yang efektif dan juga berkualitas, untuk mencetak generasi-generasi mandiri dan berkesesuaian dengan sunnah Rasululloh SAW.” Ujar beliau.

Peserta FORMASI Asrama ini diikuti oleh seluruh  pengasuh asrama SMP dan Pengasuh asrama SMA yang ada dilingkungan NFBS Lembang. Acara ini dilakukan sekali setiap dua pekan dengan mengundang Ust. Hodam Wijaya, MPP., sebagai pemateri acara FORMASI Asrama pada pertemuan pertama dengan judul Kompetensi Wajib Seorang Pengasuh Santri (Pendidik) dan pada pertemuan kedua dengan judul Pengasuhan By Design.

Beliau adalah ketua KOMPARASI (Komunitas Pengasuh Asrama Se- Indonesia) dan founder Madrasah Ibrahim serta penulis buku 4 Pilar Pengasuhan Pondok dan 7 Langkah Jitu Agar Anak Siap Mondok.

“Jika hari ini kita mendidik santri tanpa dibekali oleh ilmunya, sama dengan kita telah melakukan malpraktek dalam pendidikan. Maka daripada itu ada 3 kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh seorang pendidikan, yaitu kompetensi pembelajar, kompetensi karakter dan kompetensi teknis.” Ujar beliau pada saat kegiatan FORMASI Asrama dipertemuan pertama.

     


Diakhir acara, Kepala Bidang Kinerja dan Pengembangan SDM, HRD NFBS Lembang menyampaikan kata penguatan kepada para peserta.

Mudah-mudahan dengan adanya FORMASI (Forum Guru Madani Beredukasi) Asrama ini menjadi wadah bagi kita semua khususnya pengasuh asrama sebagai media belajar, karena latar belakang nya adalah dalam proses pengasuhan yang terjadi selama ini bisa jadi karena salah pola asuh yang akan berefek jauh lebih besar dari manfaatnya, bisa jadi banyak pola-pola pengasuhan yang berbeda disebabkan kompetensi yang didapatkan oleh pengasuh asrama berbeda-beda juga dari pengalamannya masing-masing. Dengan adanya program ini harapanya kita mempunyai frame yang sama  mengenai kompetensi pengasuh asrama dalam menjalankan fungsinya sebagai seorang pengasuh, maka semakin banyak diberikan pelatihan harapan nya pengetahuan, keterampilan dan sikapnya juga semakin tinggi. Model apapun,  sebagus apapun dan seberat apapun itu ketika kita menjalankannya dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan, inshaAllah Allah taa’la akan memberikan kemudahan kepada kita dan diberikan kekuatan oleh Allah dari apa yang sedang kita dijalani.” harap beliau.

Ust. Hodam Wijaya, MPP., menambahkan bahwa orang ikhlas yang beramal, tetapi tidak memiliki pemahaman yang benar dan tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya, mungkin dapat tersesat jauh. Pemahaman yang benar adalah keniscayaan, sebab ia dapat membantu keselamatan amal, baiknya penerapan, dan memelihara pelakunya dari ketergelinciran.

Percayalah! Saat kalimat negatif itu terucap, meskipun pendek, perkataan itu akan berbekas selama-lamanya dalam benak santri dan menjadi luka jiwa baginya. Nah, sikap seperti itu yang kita sebut sebagai tragedi “pembunuhan”. Kita telah membunuh salah satu potensi santri yaitu sulit memiliki rasa percaya diri.

“Maka daripada itu ada 4 macam teknik Communication Skill yang juga harus dimiliki oleh para pengasuh asrama, yaitu teknik coaching, mentoring, directing dan juga konseling. Dari 4 macam teknik communication skill tersebut harus diberikan kepada santri yang sesuai dengan kebutuhannya, agar proses pembinaan kepada santri tersebut dapat tepat sasaran dan mudah ditangani.” lanjut beliau pada saat kegiatan FORMASI Asrama dipertemuan kedua.