Mukjizat al quran - mencerdaskan otak

13 November 2017 01:29 Di tulis oleh Admin Khazanah Islam Mukjizat al quran - mencerdaskan otak



Adalah penelitian yang dilakukan Dr. Ahmad Al-Qadhi mengenai pengaruh ayat-ayat Al-Quran terhadap kondisi psikologis dan fisiologis manusia. Terbukti Al-Quran mampu menciptakan ketenangan batin (psikologis) dan mereduksi ketegangan-ketegangan saraf (fisiologis).

Penelitian ini dilakukan terhadap lima sukarelawan non-muslim berusia antara 17-40 tahun dengan menggunakan alat ukur stres jenis MEDAQ 2002 (Medical Data Quetient) yang dilengkapi software dan sistem detektor elektronik hasil pengembangan Pusat Kedokteran Universitas Boston, AS.

Sebelum penelitian dimulai, setiap responden dipasangi empat jarum elektrik di tubuh masing-masing yang dikoneksikan ke mesin pengukur berbasis komputer. Ini dilakukan untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik dan mengukur reaksi urat saraf reflektif pada masing-masing organ tubuh responden. 

Pada uji coba pertama, kelima responden diperdengarkan 85 kali ayat Al-Quran secara mujawwad (tanpa lagu).
Pada percobaan kedua, 85 kali diperdengarkan kalimat-kalimat biasa berbahasa Arab secara mujawwad.
Pada percobaan ketiga, sebanyak 40 kali responden dibiarkan duduk membisu sambil menutup mata, tanpa dibacakan apa-apa. Hasilnya, 65 persen responden yang mendengarkan ayat-ayat Al-Quran mendapat ketenangan batin dan ketegangan sarafnya turun hingga 97 persen.

 Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.

Lebih dari itu, Dr. Ahmad Al-Qadhi menyatakan bahwa ternyata membaca Al-Quran selepas Maghrib dan Subuh dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 persen karena pada waktu-waktu tersebut terdapat pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitian adalah lima orang sukarelawan yang terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Quran.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi menjadi dua sesi, yakni membacakan Al-Quran dengan tartil dan membacakan tulisan bahasa Arab yang bukan dari Al-Quran. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65 persen ketika mendengarkan bacaan Al-Quran dan mendapatkan ketenangan hanya 35 persen ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan merupakan ayat Al-Quran. 


Selain itu, Al-Quran juga mampu memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam "Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam" di Malaysia pada 1997. Menurut penelitiannya, bayi berusia 48 jam yang diperdengarkan ayat-ayat Al-Quran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang. 

Begitulah mukjizat Al-Quran yang bukan sekadar bacaan. Namun demikian, tabir mukjizat Al-Quran baru akan tersingkap bila kita menyingkapnya tidak dengar cara-cara yang sombong (Q.S. Al-A'raaf [7]: 146).  

 

"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya."

Seperti diungkap Prof. Dr. Jeffrey Lang, guru besar Matematika asal Amerika dari Universitas Kansas, yang kini telah masuk Islam. "Anda tidak dapat membaca Al-Quran begitu saja, kecuali jika Anda bersungguh-sungguh memberi perhatian dengan penghayatan mendalam. Anda tinggal memilih; menyerahkan sepenuhnya seluruh jiwa dan raga kepada Al-Quran atau memeranginya dengan akal dan nalar Anda. Maka, Al-Quran akan menyerang Anda lebih kuat dari yang Anda bayangkan, mendebat, mengkritik dan membuat malu para penantangnya," demikian ditegaskan oleh Lang.
Maha benar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat
 (Q.S. 7: 204).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram” (Q.S. 13: 28).