PAHALA BERLIPAT DENGAN MENGHAFAL AL-QUR’AN

12 Agustus 2020 12:42 Di tulis oleh Admin BERITA KAMI PAHALA BERLIPAT DENGAN MENGHAFAL AL-QUR’AN



Mukhoyyam Al-Qur’an merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh tim P2A setiap satu semester dua kali. Untuk tahun ini, penyelenggaraan mukhoyyam Al-Qur’an dilaksanakan secara daring, pekan kemarin telah terselenggara mukhoyyam kelas 10 Tholib dengan lancar. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut pun cukup antusias meskipun tidak melalui sistem tatap muka.

Selasa, 11 Agustus 2020 merupakan hari kedua dilaksanakannya mukhoyyam Al-Qur’an di Nurul Fikri Boarding School Lembang. Pekan ini merupakan pekan mukhoyyam AL-Qur’an yang dilaksanakan oleh Bidang Tahfidzul Qur’an yang berlangsung sejak tanggal 10 Agustus sampai dengan 15 Agustus 2020. Peserta mukhoyyam Al-Qur’an kali ini ialah santri kelas 10 Tholibah yang berjumlah 36 Orang. Asatidz yang diberi tugas dalam membimbing mukhoyyam Al-Qur’an kali ini ada sekitar 10 orang.

Seluruh santri di semester ini melaksanakan mukhoyyam via daring/online. Pasti ada beberapa hal yang dirasakan oleh seluruh santri, terlebih dirasakan pula oleh para asatidz. Termasuk salah satunya ustadzah Karima Nurul Mahabbah,S.Pd.I, beliau merupakan koordinator tahfidz SMA tholib tholibah Nurul Fikri Boarding School Lembang.

“Jadi kalo misalkan perbedaan antara daring dengan pertemuan biasa , kalo misalkan pertemuan biasa itu kita memperbanyak setoran , sehari itu bisa wajib 5 kali setoran hafalan, dan materi itu hanya satu aja gitu. Sedangkan sekarang sesi setorannya hanya 1 kali yang penting ada yang di setorkan di hari itu.” Ujar Ustadzah Karima.

Kebutuhan untuk kelas 10 ini berbeda dengan kelas 11 ataupun 12 , dikelas 10 ini seluruh santri memang harus diperbanyak materi terlebih dahulu. Karena seluruh santri harus paham terlebih dahulu kaidah-kaidahnya. Masih dalam tahap lulus tahsinnya terlebih dahulu. Tentu saja dengan adanya mukhoyyam secara daring ini ada beberapa hambatan yang dihadapi.

“kendala lebih ke bagaimana untuk bisa membuat anak-anak itu semangat, tapi tidak terlihat, kita harus pintar-pintar dalam mengajaknya, dalam mengolah kata katanya juga, dengan ajakan rayuan yang bersifat kata kata atau suara, jadi tidak bisa menegur langsung gitu. Itu yang berbedanya sekarang”. Sambungnya.

Menghafal Al-Qur’an tentunya merupakan hal yang sulit bagi beberapa orang, terlebih bagi yang baru melakukannya. Maka santri-santri baru di Nurul Fikri memang harus diberikan motivasi lebih agar semangat menghafal mereka tidak luntur, seperti yang di ucapakan ustadzah Karima bahwasanya, kelas 10 ini masih proses perkenalan dengan Al-Qur’an mereka mungkin merasakan kaget, mereka akan merasa sedikit kesusahan menghafal Al-Qur’an, tapi mereka sering diingatkan juga semakin sulit menghafal Al-Qur’an semakin pahalanya berlipat. Kesulitan yang dihadapi anak-anak tholib-tholibah selama berkenalan dengan Al-Qur’an ini, itu akan dinilai pahala bahkan berlipat.

“Bacalah Al-Qur’an, sebab di Hari Kiamat kelak ia akan memberi syafa’at bagi pembacanya” (HR. Muslim)

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan mukhoyyam Al-Qur’an kelas 10 tholibah :