Suasana Masjid Sholahuddin Al-Ayyubi dipenuhi lautan jamaah yang hadir untuk mengikuti kajian keislaman ba’da Ashar. Lebih dari 1.000 jamaah memadati area masjid dengan penuh antusias, terdiri dari para santri, civitas akademika, serta tamu undangan yang turut meramaikan agenda penuh keberkahan ini.
Kajian istimewa tersebut diisi oleh dai kondang nasional, Mamah Dedeh. Dengan gaya ceramah yang khas, tegas namun penuh kehangatan, beliau menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang sangat relevan bagi umat Islam.
Dalam tausiyahnya, Mamah Dedeh menekankan pentingnya memiliki sifat sabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Beliau mengingatkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan, namun setiap kesulitan pasti mengandung hikmah yang Allah siapkan bagi hamba-Nya yang bersabar.
Selain itu, beliau juga mengajak jamaah untuk senantiasa ikhlas dalam beramal dan menjalani setiap peran kehidupan. Keikhlasan, menurut beliau, adalah kunci diterimanya amal serta penenang hati dalam menghadapi berbagai tantangan.
Tak kalah penting, Mamah Dedeh berpesan agar umat Islam tidak pernah berputus asa. Seberat apa pun masalah yang dihadapi, harapan kepada Allah tidak boleh padam. Putus asa bukanlah sifat seorang mukmin, karena rahmat Allah selalu lebih luas daripada segala persoalan yang ada.
Suasana kajian berlangsung khidmat namun tetap hangat dengan sesekali diselingi nasihat yang menyentuh hati dan mengundang refleksi mendalam. Antusiasme lebih dari seribu jamaah menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu dan memperbaiki diri terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kajian ini tidak hanya menjadi momen menambah wawasan keislaman, tetapi juga penguat iman dan motivasi untuk terus menjadi pribadi yang sabar, ikhlas, serta penuh harapan dalam menjalani kehidupan.
Penulis dan Penerbit : Siti Muna


