Annual Leader Summit 2026: Momentum Pelantikan 77 Pejabat Struktural Sekolah Islam Madani Nurul Fikri Lembang
10 July 2026
Apel Gabungan Resmi Buka Tahun Ajaran Baru, Direktur Pendidikan Resmikan MPLS SMP-SMA Nurul Fikri Boarding School Lembang 2026
13 July 2026

11 July 2026

Haru Penuh Makna, Penyambutan Santri Baru diwarnai Semangat Kolaborasi Orang Tua dan Pesantren

Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Gedung KH. Hilmi Aminuddin pada Sabtu, 11 Juli 2026, saat Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Lembang menyelenggarakan kegiatan Penyambutan Santri Baru Tahun Ajaran 2026–2027 bagi santri kelas 7 dan kelas 10, baik tholib maupun tholibah.

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang menandai awal perjalanan para santri dalam menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Tidak hanya menjadi ajang penyambutan, agenda ini juga menjadi simbol dimulainya amanah besar yang dipercayakan oleh orang tua kepada pesantren untuk mendampingi putra-putri mereka bertumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter.

Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah serah terima santri baru dari orang tua kepada pihak pesantren. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan sarat makna. Di balik senyum yang menghiasi wajah para orang tua, tersimpan rasa haru ketika untuk pertama kalinya mereka harus merelakan anak-anaknya tinggal dan belajar jauh dari rumah.

Bagi sebagian besar keluarga, momen ini bukanlah hal yang mudah. Air mata yang menetes menjadi bukti cinta, doa, sekaligus harapan agar putra-putri mereka mampu menjalani kehidupan di pesantren dengan penuh semangat dan kesungguhan. Sementara itu, bagi para santri, hari tersebut menjadi langkah awal menuju proses pembentukan karakter, kemandirian, dan kedewasaan.

Sebagai bekal bagi para orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak, kegiatan ini juga menghadirkan Seminar Parenting bertajuk “Melangkah Bersama Menjadi Generasi Sholeh, Cerdas, dan Mampu Memimpin” yang disampaikan oleh Ust. Ridho Febri, S.I.Kom., M.M.

Dalam pemaparannya, beliau mengajak para orang tua untuk memandang pendidikan sebagai perjalanan kolaboratif antara keluarga dan pesantren. Keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah, tetapi juga oleh doa, kepercayaan, dan sinergi yang terus dibangun antara orang tua dengan para pendidik.

Beliau juga menegaskan bahwa menitipkan anak di pesantren bukan berarti menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada lembaga. Sebaliknya, orang tua tetap memiliki peran yang sangat besar sebagai pendukung utama melalui doa, komunikasi yang baik, serta kepercayaan terhadap proses pendidikan yang sedang dijalani putra-putri mereka.

Tema seminar tersebut menjadi pengingat bahwa mencetak generasi sholeh, cerdas, dan mampu memimpin merupakan cita-cita yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang erat antara rumah dan pesantren. Ketika keduanya berjalan beriringan, insyaAllah akan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam akhlak, spiritualitas, dan kepemimpinan.

Penyambutan santri baru Tahun Ajaran 2026–2027 ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh makna. Setiap pelukan perpisahan, setiap tetes air mata, dan setiap doa yang dipanjatkan hari itu menjadi bekal berharga bagi para santri untuk melangkah menuju masa depan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, serta menjaga setiap langkah para santri dalam menuntut ilmu. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang sholeh, cerdas, berakhlak mulia, serta kelak mampu memberikan manfaat dan memimpin umat dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Penulis dan Penerbit : Siti Muna., S.I.Kom