NFBS Lembang Peduli: Bersama Menguatkan Saudara di Tengah Banjir Sumatera
6 January 2026

12 January 2026

Bulan Rajab: Bulan Mulia, Waktu Menata Hati dan Memperkuat Iman

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ia termasuk ke dalam empat bulan haram (bulan mulia) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Allah SWT memuliakan bulan-bulan ini dengan larangan berbuat zalim dan anjuran untuk memperbanyak amal kebaikan.

Hal ini pun ditegaskan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)

Bulan Rajab disebut sebagai bulan haram karena kemuliaannya. Pada bulan ini, dosa akan terasa lebih berat dan pahala amal kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak ibadah.

Rajab sering disebut sebagai bulan persiapan menuju Ramadhan. Setelah Rajab akan datang bulan Sya’ban, lalu disusul bulan suci Ramadhan. Maka Rajab adalah waktu yang tepat untuk mulai melatih diri, memperbaiki kebiasaan, dan menata kembali niat ibadah.

Para ulama salaf memanfaatkan bulan Rajab untuk memperbanyak istighfar dan taubat, melatih puasa sunnah, memperbaiki kualitas shalat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan perilaku.

Peristiwa Isra Mi’raj

Salah satu peristiwa besar yang dikaitkan dengan bulan Rajab adalah Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ, yaitu perjalanan mulia Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah shalat lima waktu, yang menjadi tiang agama dan bukti kedekatan hamba dengan Rabb-nya. Salah satu doa yang sering dibaca oleh para ulama adalah:

“Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.”

(Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.)

Bulan Rajab adalah momentum untuk berhenti sejenak, merenung, dan memperbaiki diri. Ia menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Ramadhan sudah semakin dekat. Mari kita sambut bulan mulia ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan pada bulan Rajab, menerima amal-amal kita, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan iman dan kesehatan. Aamiin. Barakallah Fiikum

 

Penulis dan Penerbit : Siti Muna